Insiden Kecelakaan Kerja Di PT ITSS

Striker.id – Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan keprihatinannya mengenai insiden kecelakaan kerja yang terjadi di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) yang berlokasi di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Agus menyayangkan peristiwa ini kembali terjadi, mengingat sebelumnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah memberikan rekomendasi perbaikan menyusul ledakan fatal yang terjadi pada Desember 2023. “Tim inspeksi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebelumnya telah merekomendasikan perbaikan penting setelah ledakan fatal pada Desember 2023 yang menelan korban jiwa,” ungkap Agus dalam pernyataan resminya pada Jumat (14/6/2024).

” Baca Juga: Insiden Kecelakaan Kerja Di PT ITSS “

Rekomendasi Perbaikan yang Tidak Diindahkan

Agus menjelaskan bahwa sebelumnya perusahaan telah dianjurkan untuk melakukan beberapa perbaikan penting guna meningkatkan keselamatan operasional. Rekomendasi tersebut termasuk penyusunan peta risiko di area furnace dengan langkah-langkah mitigasi yang tepat, memastikan implementasi perbaikan sesuai dengan SOP yang memiliki struktur tanggung jawab berjenjang, serta melakukan kalibrasi berkala terhadap alat ukur suhu dan arus listrik. Langkah-langkah ini dirancang untuk mencegah terulangnya insiden serupa dan memastikan keselamatan pekerja di lokasi industri yang berisiko tinggi.

Respons Terhadap Insiden Terbaru

Sebagai tanggapan atas kejadian terbaru ini, Agus telah meminta klarifikasi dari PT IMIP. Namun, perusahaan tersebut menyatakan tidak dapat hadir karena sedang melakukan investigasi internal. Oleh karena itu, Agus menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan manajemen PT ITSS dan PT IMIP. Untuk memastikan ketaatan terhadap regulasi keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku. Langkah ini dilakukan untuk menegakkan standar keselamatan yang tepat dalam industri smelter yang memiliki risiko tinggi. Agus juga menegaskan, jika diperlukan, Kemenperin akan melakukan inspeksi langsung ke lokasi untuk memastikan implementasi yang benar dari rekomendasi yang telah diberikan.

Baca Juga :  Kapolda Jateng Edukasi Hukum Warga Sukolilo

Kronologi Kejadian

Insiden yang terjadi kali ini melibatkan dua karyawan yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Kejadian bermula ketika seorang karyawan sedang membersihkan lantai pabrik dari terak baja. Tanpa sengaja, karyawan tersebut menyiram air ke terak yang baru dipotong, menyebabkan semburan uap panas yang mengenai mereka. Kejadian ini menunjukkan pentingnya penerapan protokol keamanan yang ketat dan kesadaran pekerja terhadap potensi bahaya di lingkungan kerja mereka.

Pentingnya Budaya Keselamatan Kerja

Menurut Agus, insiden ini menyoroti pentingnya implementasi keamanan dan keselamatan kerja (K2) yang kuat di seluruh sektor industri di Indonesia. Budaya keselamatan kerja harus diterapkan secara konsisten untuk mencegah kecelakaan kerja dan memastikan lingkungan kerja yang aman bagi semua pekerja. “Kami mengajak semua pihak terkait untuk menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai prioritas utama dalam aktivitas industri. Sebagai langkah nyata untuk mengurangi angka kecelakaan kerja di masa yang akan datang,” tegas Agus.

” Baca Juga: Panduan Perencanaan Keuangan Beli Rumah Pertama “

Kesimpulan

Insiden kecelakaan kerja di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) menunjukkan perlunya perhatian lebih serius terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di industri berisiko tinggi. Rekomendasi yang diberikan oleh Kemenperin setelah insiden sebelumnya harus diimplementasikan dengan sungguh-sungguh untuk mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, manajemen perusahaan, dan pekerja. Diharapkan standar keselamatan yang lebih tinggi dapat tercapai, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan mengurangi angka kecelakaan kerja di Indonesia.