Pemusnahan Barang Bukti Narkoba Di Canggu Bali

Striker.id – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri telah memusnahkan barang bukti kejahatan narkoba yang dihasilkan dari pabrik rumahan di Canggu, Kabupaten Badung, Bali. Pada awal Mei, polisi menggerebek sebuah vila yang dijadikan pabrik pembuatan narkotika jenis ganja hidroponik dan mephedrone di kawasan tersebut. Kombes Pol. Arie Ardian Rishadi, Wakil Direktur Tipidnarkoba Bareskrim Polri, menjelaskan bahwa sebelum dimusnahkan. Barang bukti tersebut dibawa ke PT Wastec di Semarang, Jawa Tengah. “Dilakukan pergeseran barang bukti untuk pemusnahan berupa berbagai cairan kimia. Dan prekusor yang merupakan hasil pengungkapan laboratorium gelap di Canggu, Bali,” kata Arie kepada wartawan pada Kamis (13/6/2024).

” Baca Juga: PT Suzuki Indomobil Sales di Jakarta Fair 2024 “

Pemusnahan di PT Wastec

Karena barang bukti yang dimusnahkan berupa cairan kimia berbahaya. Pemusnahan dilakukan secara khusus di PT Wastec, sebuah perusahaan yang menyediakan jasa pengangkutan dan pengolahan limbah. Proses pemindahan barang bukti dilaksanakan pada Rabu (12/6/2024) pukul 13.00 WITA, dan barang bukti tiba di Semarang dini hari tadi. Arie memastikan bahwa proses pemusnahan narkotika tersebut berjalan sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Dengan pengawasan dari Provost Mabes Polri. Selain itu, pemusnahan juga disaksikan oleh penasihat hukum tersangka, jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Agung. Serta tokoh masyarakat saat barang bukti dimasukkan ke dalam kendaraan khusus dan disegel. Para tersangka juga dihadirkan secara virtual selama proses pemusnahan berlangsung. “Manajemen dan penasihat hukum dari Sunny Villa Bali juga hadir, dan pengawasan ketat dilakukan oleh Provost Mabes Polri,” tambah Arie.

Baca Juga :  Penurunan Target Lifting Migas 2025

Penangkapan Tiga Warga Negara Asing

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menangkap tiga warga negara asing (WNA). Dua di antaranya adalah saudara kembar asal Ukraina, Ivan Volovod (IV) dan Mikhayla Volovod (MV), yang berperan sebagai pemilik dan peracik narkotika. Mereka dibantu oleh seorang WN Rusia bernama Konstantin Krutz (KK), yang bertindak sebagai pengedar. Selain itu, seorang WNI berinisial LM juga ditangkap dalam kasus ini.

Metode Pembuatan Narkotika

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa IV dan MV belajar meracik narkotika secara otodidak melalui internet. Mereka membeli bahan-bahan pembuatan narkotika secara online, dengan beberapa bahan datang dari Cina dan biji ganja dari Rumania, yang dibawa langsung oleh mereka ke Indonesia. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mukti Juharsa, mengungkapkan bahwa pabrik narkotika yang dijalankan oleh ketiga WNA ini telah beroperasi sejak September 2023. Mereka menggunakan vila yang dilengkapi dengan ruangan bawah tanah atau bunker sebagai tempat menanam ganja secara hidroponik serta meracik mephedrone dan ekstasi.

” Baca Juga: Peran Pajak dalam Anggaran Pendidikan dan Kesehatan “

Penutup

Kasus ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman pabrik narkotika rumahan, bahkan di tempat-tempat yang tampaknya tidak mencurigakan seperti vila di kawasan wisata. Pemusnahan barang bukti yang dilakukan secara hati-hati dan sesuai prosedur menunjukkan komitmen pihak kepolisian untuk memberantas kejahatan narkoba dan memastikan bahwa barang bukti tersebut tidak kembali beredar di masyarakat. Keterlibatan warga negara asing dalam operasi ini juga menjadi perhatian serius, menyoroti perlunya kerjasama internasional dalam menangani kejahatan narkoba.