widodoPertandingan antara PSM Makassar melawan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Andi Mattalatta, Senin (17/10/2016) berlangsung sengit.

Kekuatan antara kedua tim pada pertandingan kedua cukup stabil. Kalah dari Arema Cronus di laga sebelumnya, agresivitas tim besutan Robert Alberts tetap diperhitungkan lawan.

Dilansir oleh jpnn.com, PSM masih memiliki sekali kekalahan dari enam laga pertandingan kedua. Sehingga, PSM berhasil mengemas 11 poin, produktivitas ini cukup menjanjukan dengan 11 gol.

Tidak ada yang meragukan konsistensi Sriwijaya FC. Bercokol di papan atas klasemen, kiprah Sriwijaya FC melesat seiring dengan lini serang yang produktif.

Tim yang akbar dijuluki Laskar Wong Kito itu saat ini dianggap sebagai tim paling produktif dengan catatan 41 gol. Dalam putaran kedua ini, klub kebanggaan warga Palembang tersebut sudah mengemas 14 gol.

Robert Alberts beranggapan, Sriwijaya sebagai salah satu tim terbaik selama berkiprah di TSC. Kehadiran pemain berpengalaman, menjadikan penampilan tim ini cukup stabil.

“Saya mengakui itu. Saya meminta kepada seluruh pemain untuk waspada,” ujar Robert usai memimpin pasukannya berlatih di Stadion Gelora Andi Mattalatta, Minggu (16/10/2016).

Hasil minor yang diraih saat berlaga di markas Arema Cronus cukup memberinya banyak pelajaran.

Pelatih Sriwijaya FC Widodo C Putro tidak terlalu lama di dalam ruang konferensi pers setelah pertandingan berlangsung.

Dalam laga tersebut, Sriwijaya dikalahkan oleh PCM dengan skjor akhir 1 -2.

Seletah Widodo menyampaikan salam pembuka, dengan cepat ia beranjak dari kursinya dan mengajak kapten tim, Firman Utina meninggalkan ruang konferensi pers.

“No Comment,’ ucap singkat Widodo, dikutip darti tribunnews.com.

Sebelum keluar ruangan, sembari berjalan ia sempat mengucapkan kata menyedihkan.

“Sepakbola kita hancur,” katanya berlalu.

Sikap Widodo tersebut diduga sebagai bentuk protes dengan kepemimpinan wasit Iwan Sukoco.

Karena, pada saat pertandingan berlangsung, Setelah gol Ferdinand Sinaga tercipta di akhir babak kedua, tim Sriwijaya FC melakukan protes keras pada Match Commisioner dan wasit Iwan Sukoco.

Namun, protes tersebut byukan ditujukan pada gol PSM. Melainkan pada saat lemparan ke dalan yang berlangsung sebelum gol Ferdinand.

Pada saat itu, pihak Sriwijaya FC menganggap bahwa lemparan ke dalam adalah miliki mereka.

Akan tetapi, wasit tidak menunjukkan. Sehingga, PSM mengambuil inisiatif untuk melakukan lemparan ke dalam.

Kemudian dimulai dari lemparan ke dalam ini lah momen gol PSM terbentuk di menit tambahan babak kedua.

Loading...

Terpopuler: