Kemarin sebelum pertandingan leg pertama Riedl benar-benar bungkam dengan persiapan dan kesiapan tim serta anak muridnya. Ia juga tidak bergeming tatkala Kiatisuk sebagai pelatih Thailand bersiap menantang Indonesia. Rupanya, pelatih yang dulu pernah melatih Vietnam ini memiliki senjata rahasia untuk membakar anak Indonesia agar semakin kesetanan saat di lapangan.

Dalam kesempatan di turun minum itu, Riedl memanfatkannya untuk membakar semangat pemain. Dokter Timnas, Syarief Alwi yang menyaksikan pertemuan tersebut menuturkan, bahwa kepada pemain, Riedl mengatakan Thailand tidak memiliki banyak keisitimewaan. Karena Teerasil berhasil membuktikan golnya, Riedl menahan amarahnya dan menggiring tim untuk masuk dan membakar mereka lebih panas lagi. Riedl sendiri dikuasai kemarahan setelah poin sementara 1-0 dimiliki Thailand. Namun sikap Riedl ternyata bisa membawa Indonesia semakin mantap.

“Kita kurang bermain lepas dan seperti tertekan di bawah nama besar Thailand. Kalian lihat sendiri kan, sepanjang pertandingan babak pertama tadi. Kalau saja kalian bisa usaha, pasti bisa,” ujar Syarief mengulangi kalimat Riedl. Untuk itu Riedl mengatakan pada anak-anaknya bahwa mereka harus bermain tanpa tekanan, fokus dan jangan lengah. Serta tingkatkan kerja keras, anak-anak Indonesia yang berlaga juga merasakan bahwa lubang Thailand agar bisa masuk terlalu kuat dan besar sampai akhirnya Riedl memutuskan menyerang dan menutupi kemungkinan untuk Thailand mendekat ke gawang Meiga. Kerja sama dibutuhkan dan timnas membuktikan hal tersebut.

Prev1 dari 2
Klik Next untuk melihat halaman selanjutnya

Komentar

komentar