photo: from dwi sasmianto

STRIKER.ID- Tidak banyak yang mengenal sosok legenda Arema Jonathan Agusprihatno Eman, bahkan di mesin pencarian terkenal yakni Google, nama tersebut tidak ditemukannya. Namun setelah ditelusuri, kami mendapatkannya di salah satu akun media sosial Facebook milik seseorang yang tiba tiba mengunggah caption dengan tulisan yang cukup unik.

Sang pengunggah bercerita, bahwa pertemuannya dengan legenda Arema itu, terjadi saat dirinya mengorder sebuah pesanan layanan antar taksi online yang sudah sangat terkenal di indonesia.

Pemilik akun menceritakan jika sang pengemudi taksi online tersebut adalah seorang legenda Arema, ia lantas menceritakan tentang percakapannya dengan sang legenda, menurut pemilik akun facebook tersebut, legenda arema itu sangat prihatin dengan kondisi arema yang terpecah saat ini akibat kepentingan pribadi semata.

photo : facebook

Jonathan juga mengeluh, pendukung setia Arema yakni Aremania, sekarang kondisinya juga terpetak petak. Pemilik akun facebook tersebut lantas menambahkan jika Jonathan beralih menjadi sopir taksi online, bukanlah karena kondisi ekonomi yang sedang tidak baik, namun legenda Arema itu mengaku sudah malas untuk mengurusi dunia sepakbola selama mafia mafia bola masih merajelela.

Dalam akun media sosial facebook tersebut, sang legenda Arema itu juga berpesan kepada aremania, bahwasanya salam arema itu adalah satu jiwa, oleh karenanya aremania diharapkan bisa bersatu padu jangan mau dipecah hanya karena “kepentingan” semata.

photo : facebook

Dari info yang kami dapat dari beberapa sumber, nama Jonathan Agusprihatno Eman merupakan mantan pemain Arema era Galatama seangkatan dengan Kuncoro dan mantan pelatih kiper Kurnia Meiga, Dwi Sasmianto.

Ia biasa bermain di posisi sayap kiri, menurut kawan dekatnya yang juga pemain arema Dwi Sasmianto, Jonathan merupakan pemain yang sudah bersama arema sejak berdiri tahun 1987, ia juga membawa Arema menjuarai piala Galatama pada musim 1992/1993.

Vizcarra Hengkang Dari Arema, Benarkah Pemain Berpengaruh Ini Juga Akan Menyusul?

“Pemain ini (Jonathan) sudah ada sejak Arema berdiri, jamannya Mecky Tata serta Panus Korwa sampai jaman saya,” ungkap Dwi sambil mengenang masa lalunya.

Mantan pelatih Arema inipun menambahkan, jika jonathan saat jadi pemain dan bermain disayap kiri, kawan dekatnya itu selalu menjadi momok lawan dengan kelincahannya mendribbling bola dan memiliki kecepatan berlari.

“Siapa yang tak kenal Jonathan, sayap kiri yang lincah, dengan dribbling yang bagus dan punya kecepatan lari yang cepat,” kenang Dwi.

Setelah pensiun menjadi pemain, Jonathan tercatat pernah menangani tim asal Kabupaten Malang Metro FC. Semoga dengan apa yang di jalani oleh Jonathan saat ini mampu memberikan manfaat bagi siapapun.

Komentar

komentar