galeri-michael-essien-carlton-cole_1107qx5g7z6uh1cigyb5ehtmv8

STRIKER.ID Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), memang dengan lantang menyuarakan protes keras terhadap Persib Bandung yang nekad memainkan duo marquee playernya kala menjamu Arema FC di laga pembuka Go-Jek Traveloka Liga 1 2017.

Salah satu indikatornya yakni kedua pemain tersebut dimainkan Persib saat Essien dan Cole belum memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS). Permasalahan itu pun berbuntut pemanggilan manajemen Persib oleh pihak imigrasi.

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi pun akhirnya angkat bicara terkait permasalahan tersebut. Menurut Edy bahwa KITAS memang diperlukan untuk mengawasi kedua pemain tersebut.

“KITAS adalah regulasi untuk pemain luar negeri yang bekerja disini, tidak bisa langsubg jadi,” Ungkap Edy, dilansir dari Goal.com

“KITAS ini diperlukan untuk mengawasi, ini kan pemain-pemainnya sudah jelas di tv dan koran,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Pangkostrad TNI tersebut.

Edy juga memastikan bahwa pihak PSSI sudah melakukan komunikasi soal masalah itu dengan BOPI.

“Ada komunikasi antara Ketua BOPI dengan PSSI dan masih proses, sepakbola ini kan hiburan rakyat, segera mungkin kita bereskan,” terang Edy.

Beberapa pihak pain yang menuai protes dari BOPI adalah PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1. Seperti diketahui, BOPI memang mesyaratkan KITAS sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi operator LIGA 1.

 

Komentar

komentar