STRIKER.ID – Laga uji coba Timnas Indonesia kontra Fiji di Stadion Patriot, Bekasi pada hari Sabtu (2/9/2017) menyisakan rasa duka yang mendalam bagi publik sepak bola Tanah Air. Salah seorang pendukung skuad Garuda bernama Catur Yuliantono (33 tahun), asal Duren Sawit, Jakarta Timur harus meregang nyawa akibat kecerobohan oknum suporter yang menyalakan petasan roket.

Berakhir Dengan Duka Mendalam, Begini Ungkapan Hati Para Pemain Pasca Laga Indonesia Vs Fiji

Kejadian tersebut bermula saat wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, beberapa suporter dari tribune selatan menyalakan petasan roket dan mengarah ke tribun timur.

Saat itu Catur sedang menonton pertandingan bersama dua adik iparnya, Haikal dan Taufik. Petasan itu sempat mengarah ke wajah dua bocah ini, tapi Catur berhasil menyelamatkan mereka dengan mendorongnya.

Namun naas, petasan itu malah meledak di pelipis kiri Catur. Walau sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi, Catur meninggal dalam perjalanan karena kehabisan darah.

Dan ternyata selain Catur, ada dua suporter lain yang harus meregang nyawa kala mendukung Timnas Indoensia di stadion dalam kurun waktu tujuh tahun tarakhir, dilansir dari Babe.com

  1. Reno Alvino

Reno Alvino tewas saat laga pertandingan Timnas U-23 Indonesia melawan Malaysia pada babak final SEA Games 2011 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (21/11/2011).

Reno meninggal karena berdesak-desakan dengan suporter lain di pintu masuk Sektor 15 Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK). Reno juga dikabarkan sempat terinjak-injak oleh suporter lain.

  1. Aprilianto Eko Wicaksono

Dalam pertandingan yang sama, Aprilianto juga harus menghembuskan nafas terakhirnya. Menurut keterangan, kaki pria berusia 14 tahun itu masuk ke lubang pintu gerbang Stadion Gelora Bung Karno.

Saat itu pula ia lantas terinjak-injak oleh suporter Timnas Indonesia lainnya yang tampak berdesakan dan berkerumun. Aprilianto yang tidak bisa bergerak akhirnya tewas.

Laga Persahabatan Indonesia Lawan Fiji Memakan Korban Jiwa

Dari ketiga kejadian tersebut sudah sepantasnya para suporter di Tanah Air harus lebih berfikir dewasa kala mendukung Timnas Indonesia, untuk lebih mengedepankan logika dari pada amarah semata. Selain itu Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) sebagai pemangku kebijakan tertinggi sedianya melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

Komentar

komentar