STRIKER.ID – Lama tak terdengar kabarnya, legenda Intermilan Esteban Cambiasso bakal buka babak baru karir sepakbolanya. Dia mengatakan ingin segera mewujudkan impiannya untuk menjadi seorang pelatih.

Pemain berusia 37 tahun ini sekarang masih aktif menjadi bagian klub raksasa Yunani, Olympiacos. Namun kemungkinan ini adalah tahun terakhirnya sebagai seorang pemain sepakbola karena kontraknya sudah habis pada awal September lalu dan tak ada perpanjangan kontrak lagi. Karena itu dia memilih opsi untuk gantung sepatu dan memilih mengejar mimpinya sebagai seorang pelatih.

Ingat Eks Andalan AC Milan Di Era 2000-an Ini? Kabarnya Sekarang Ia Mau Jadi…

Cambiasso berfikir bahwa menjadi pelatih adalah jenjang karir yang bisa dipilih seorang pemian ketika sudah merumput lagi. Apalagi menjadi pelatih ternyata sudah dia rencanakan jauh-jauh hari.

“Saya selalu berfikir dengan otak (sudut pandang) pelatih, bahkan saat saya sedang bermain sekalipun, ” buka Cambiasso pada Il Nuovo Calcio

“Dan sekarang saya berfikir bahwa perjalanan menuju ruang istirahat [ruang ganti] adalah hal yang wajar bagi saya.”

“Ketika saya masih berumur 20 tahun, di Argentina sana saya beberapa kali mencoba menjadi pelatih pertandingan lima lawan lima dengan rekan-rekan saya,” kenang mantan timnas Argentina tersebut.

Setelah bercerita tentang mimpinya, Cambiasso kemudian mengenang puncak karirnya saat bersama Intermilan. Tepatnya pada musim 2009/10 dimana saat itu Inter berhasil meraih treble-winner dibawah asuhan Jose Mourinho.

“Kami adalah sekumpulan pemain yang sudah menjalani banyak hal bersama-sama. Lalu kami menambah beberapa pemain baru, dan mereka adalah elemen yang melengkapi kami,” seloroh mantan penggawa Leicester City ini.

Masih Ingat Peraih Ballon d’Or 2003 Ini? Ternyata Ia Baru Dikontrak Klub Amatir Dengan Nilai Menggiurkan

“Saat itu kami dalam kondisi mental yang baik. Setiap pemian juga punya cara tersendiri untuk mendapatkan mental juaranya.”

“Semua itu lahir dari semangat pantang menyerah dan juga pengorbanan. Kami memnggunakan semua itu untuk satu tujuan bersama,” kenang Cambiasso.

Komentar

komentar