STRIKER.ID – Penjaga gawang Benfica, Mile Svilar kembali hangat diperbincangkan setelah kebobolan dua kali pada leg kedua lawan Manchester United. Banyak media dan portal berita yang menyajikan headline berupa ketidak beruntungan kiper termuda di Liga Champion tersebut.

Ya.., Svilar adalah kiper termuda sepanjang sejarah Champion League. DIa menjalani debutnya pada usia 18 tahun 52 hari, mengalahkan rekor Iker Casillas yang mulai menjalani debut pada usia 18 tahun 177 hari. Cassilas menjalani debutnya di Liga Champion pada 15 September 1999, kurang dari 3 minggu setelah Svilar lahir.

5 Pemain Yang Banting Setir Ke Olah Raga Lain Setelah Pensiun, Nomor Lima Kayak Gak Masuk Akal

Svilar mulai menjadi perbincangan s etelah blunder yang dia lakukan pada pertandingan debutnya di Liga Champion saat menjamu MU. Saat itu dia yang mengusung gaya bermain kiper modern seperti Neuer (Sweeper Keeper) justru melakukan kesalahan fatal saat menghadapi tendangan bebas Marchus Rasford.

Meskipun melakukan blunder, namun pelatih Benfica Rui Vitoria tetap mempercayakan posisi penjaga gawang utama kepada dirinya. Setelah pertandingan lawan United, Svilar tetap diturunkan saat dua kemenangan Benfica dikompetisi domestik. Rui Vitoria juga kembali memberikannya kesempatan untuk tampil kedua kalinya di Liga Champion.

Lantas apakah yang membuat Svilar begitu istimewa sehingga Rui Vitoria tetap menggunakan jasanya diusia yang masih terbilang muda.

Mewarisi Gen Penjaga Gawang

Menoleh kebelakang ternyata Svilar begitu lekat dengan dunia penjaga gawang. Sang ayah adalah Ratko Svilar, seorang lengenda klub Belgia Royal Antwerp. Sang ayah juga menjadi bagian timnas Yugoslavia pada gelaran World Cup 1982.

Dibawah kepelatihan sang ayah, Svilar mampu menjadi bagian Anderlecht U-19 pada usia 15 tahun. Bersama Anderlecht U-19 dia berkiprah di UEFA Youth League 2014 silam. Dari kompetisi usia dini tersebut, Svilar sebenarnya sudah dilirik oleh Manchester United, Ajax, Schalke, bahkan Chelsea mengundangnya untuk melakukan trial. Namun keluarganya punya rencana lain saat itu, sang ayah bersikukuh bahwa potensinya bakal maksimal jika tetap di Belgia.

Niatnya untuk bertahan di Anderlect selama mungkin akhirnya sirna setelah dirinya gagal promosi ketim senior. Rene Weiler, manajer Anderlect saat itu sama sekali tak meliriknya dan malah mendatangkan Matz Sels dari Newcastle. Kecewa berat akhirnya Svilar keluar dan kesempatan emas itu langsung disambut Benfica.

Dilatih Oleh Seorang Veteran

Bergabung dengan Benfica merupakan keputusan terbaik yang diambil Svilar. Benfica yang saat itu baru saja menjual Ederson ke Manchester City tentu butuh seorang pelapis untuk Junio Cesar.

Seperti diketahui Julio Cesar adalah legenda Inter yang bersembunyi dibawah bayang-bayang Farancesco Toldo. Meskipun tak sebesar nama Toldo, Cesar adalah salah satu aktor penting dalam keberhasilan Inter meraih treble pada 2010. Jadi layak menjandikannya seorang legenda Nerazzurri.

Kembali ke Svilar, dengan rekan-rekan baru yang lebih sarat pengalaman Svilar semakin berkembang. Dia banyak mengambil ilmu dari Cesar yang jelas lebih banyak pengalaman. Bahkan salah satu penjaga gawang terbaik Belgia, Jean-Marie Pfaff bersyukur Svilar diasuh oleh Cesar.

“Mile mendapatkan semua yang dia punya dari latihan dengan Julio Cesar, yang seharusnya[memang] mengajarkan banyak hal kepadanya. Ketika dia mendapatkan kesempatan tentu dia akan menangkapnya dengan kedua tangannya,” ujar Pfaff.

Kesempatan Itu Datang

Akhirnya kesempatannya untuk menjadi penjaga gawang utama datang ketika Cesar berkutat dengan cedernya pada Oktober lalu. Dengan waktu pertandingan Liga Champion yang semakin dekat, Rui Vitoria tak bisa bergantung banyak pada kesembuhan Cesar. Akhirnya sang pelatih pun melakukan perjudian dengan menurunkannya pada laga lawan MU, 18 Oktober lalu.

Rui sebetulnya was-was dan takut merusak mental penjaga gawang muda tersebut jika nantinya dibantai MU digawang sendiri. Namun hasilnya justru mengejutkan.

4 Alasan Tottenham Akan Menang Lawan Real Madrid Meskipun Tanpa Harry Kane

Terlepas dari blunder tersebut, Svilar tampil mengesankan selama pertandingan berlangsung. Hal-hal yang ditakutkanpun seolah sirna setelah penggawa MU justru memberikan semangat dan apresiasi setelah dirinya gagal pada debut perdanya.  Bahkan Jose Mourinho mengatakan Mile Svilar bakal menjadi penjaga gawang mahal dimasa depan. Dikutip dari ESPNFC.Com

 

Komentar

komentar