STRIKER.ID – Putaran Liga 2 sudah resmi berakhir sejak 27 November 2017 dengan Persebaya Surabaya yang keluar sebagai juaranya. Namun ternyata Bajul Ijo belum menerima haknya sebagai gelar juara.

Hal tersebut diketahui setelah manajer Persebaya, Chairul Basalamah menagih uang hadiah juara kepada PT LIB sebesar Rp 1 miliar. Selain uang  hadiah, Persebaya juga menunt ganti rugi berupa uang tiket pesawat dan akomodasi akibat pemindahan tempat babak delapan besar. Dia menuntut kejelasan mengenai kapan pencairan uang yang seharunya dibayarkan setelah gelaran kompetisi berakhir.

Siap-Siap Rotasi, 4 Pemain Persebaya Masuk Radar Luis Milla

“Sudah tanya juga ke Pak Berlinton [direktur utama PT LIB] tapi tetap tidak jelas. Ini jangan sampai jadi preseden buruk yang setiap tahun terjadi,” kata Chairul dilansir dari Goal.com.

Menurut Goal, PT LIB berdalih masih belum bisa melunasi kewajibannya karena terkendala dengan pihak sponsor. Disisi lain PT LIB juga masih punya tanggungan kepada klub Liga 1 terkait uang subsidi serta hak siar dan rating klub.

Sebenarnya pihak Persebaya mengaku ogah mengejar-ngejar semacam ini. Namun bagaimanapun ini adalah hak yang memang semestinya mereka dapatkan. Terlebih pria yang akrab disapa Abud ini tak ingin hal semacam ini terjadi kembali dan menjadi kebiasaan.

“Sebenarnya kami bukan tipikal tim yang seperti itu. Selama masih bisa komunikasi, ya ayo. Tapi, ini tidak ada komunikasi, jadi seperti kami mengejar-ngejar padahal ini kan hak kami. Dari awal sudah dijanjikan ada hadiahnya, ya harusnya tidak bisa seperti ini,” ujar Abud dilansir dari Sport.detik.com.

Terlanjur Cinta, Andik Vermansyah Batal Gabung Persib Karena Persebaya

“Penyakit ini sudah pernah terjadi dan teman-teman [klub] yang lama juga mengatakan memang seperti ini. Bahkan menjadi bahan guyonan mereka bilang ikhlaskan saja. Menurut saya, ini tidak baik untuk liga,” imbuhnya.

 

Komentar

komentar