photo: bola.com

STRIKER.ID- Pengadilan sepakbola untuk yang pertama di Indonesia bakal segera ada, hal itu disampaikan oleh Asosiasi Pemain Profesional Indonesia atau (APPI) saat menemui Menpora Imam Nahrawi Selasa (20/02/18) kemarin.

Pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengapresiasi pembentukan Badan Resolusi Konflik Sepak Bola Nasional (NDRC), Agar pengadilan di internal federasi dan klub-klub anggota tersebut dapat lebih menjamin hak-hak para pesepak bola yang merumput di Indonesia.

“Dengan adanya NDRC kita semua berharap hak dan kewajiban antara klub dan pemain, bisa lebih terjamin lagi,” kata Imam Nahrawi dikutip dari Republika.co.id.

Dalam kunjungan tersebut, selain membicarakan bakal adanya NDRC, APPI juga menyampaikan laporan kepada pihak Menpora tentang persoalan tunggakan gaji pemain. Namun dalam catatan tersebut, APPI memiliki keyakinan sejak 2015 sampai 2016 kasus penunggakan upah pemain sudah terselesaikan.

Adapun terkait NDRC, APPI menerangkan, akan menjadi badan pengadilan sepak bola pertama yang  terbentuk di Indonesia. NDRC Indonesia, menurut laporan APPI kepada kemenpora, akan menjadi percontohan bagi tiga negara, yaitu di Indonesia, Malaysia, dan Kosta Rika.

Pembentukan NDRC ini merupakan salah satu hasil dari keputusan Kongres Tahunan PSSI 2018 di Tangerang, Banten awal Februari lalu. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria pernah menerangkan, NDRC merupakan badan pengadil yang khusus menangani sengketa kontrak dan keperdataan yang dialami manajemen klub dan pemain.

- Advertisement -

Badan tersebut menggantikan peran Pengadilan Hubungan Industrial dan Pengadilan Negeri yang selama ini menjadi penengah sengketa antara klub dan pemain. Namun peran lembaga peradilan negara tersebut dinilai Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) cacat.

Itu lantaran FIFA tak ingin memasukkan unsur dan badan-badan resmi pemerintahan ke dalam urusan sepak bola di negara-negara anggotanya, termasuk Indonesia. Lantaran larangan FIFA tersebut, Ratu mengatakan selama ini sengketa antara klub dan pemain tersebut menjadikan PSSI sebagai penengah.

Semoga saja, pengadilan sepakbola tersebut bisa terealisasi…

Komentar

komentar