STRIKER.ID- Dunia sepakbola yang sarat akan persaingan yang begitu ketat, memaksa setiap pesepakbola untuk menampilkan permainan terbaik mereka disetiap laga, jika tidak maka kondisi itu bisa menjadi bumerang bagi mereka, entah dicadangkan ataupun bahkan didepak dark klub.

Tidak hanya itu, kondisi usia yang tak lagi muda juga bisa mengakibatkan efek yang kurang baik bagi setiap pemain, begitu juga yang dirasakan oleh eks penyerang Arema, Rachmat Affandi.

Pemain yang akan genap berusia 34 tahun itu sebentar lagi akan menjadi pemain Semen Padang yang berlaga di Liga 2. Pemain yang pernah membawa tim singo edan, Arema menjadi kampiun Indonesia Super League (ISL) itu telah menjalani serangkaian tes medis di rumah sakit di Padang.

Pelatih Semen Padang, Syafrianto menegaskan jika hasil tes kesehatan mantan striker Persija Jakarta itu dinyatakan baik oleh dokter Semen Padang Hospital, otomatis resmi jadi pemain tim bergelar Kabau Sirah.

Pemain yang sudah malang melintang di lintas sepak bola Tanah Air sejak 2002 silam diyakini mampu menjawab kebutuhan yang selama ini menjadi keluhan pelatih Syafrianto Rusli.

- Advertisement -

“Ya, kalau hasil medical check up-nya bagus, ia akan direkomendasikan kepada manajemen untuk dikontrak,” tegas Syafrianto dilansir dari bolasport.com.

foto: Official Semen Padang

Meski secara resmi hasilnya belum diumumkan, tetapi tampaknya pelatih dan manajemen sudah yakin akan kesehatan pemain yang pernah berkostum biru biru khas Arema itu.

Baca juga:

Hal yang sama juga diakui Manajer Semen Padang Win Benardinho. Ia menyebutkan persoalan dengan Rachmat Afandi sudah selesai. Artinya tak ada persoalan yang akan mengganjal pemain asal Jakarta itu.

“Insya Allah, Rachmat Afandi sudah final,” ungkap Win Bernardinho.

Jika melihat pengalaman dan jam terbangnya selama berkarier, memberlakukan Rachmat Affandi dengan cara berbeda kepada sejumlah pemain lainnya, memang bukan sesuatu yang salah.

Apalagi Rachmat pernah berkostum tim besar macam Arema, Persib, Persebaya.

Meski berpengalaman malang melintang di berbagai klub tanah air, namun sebagai striker murni, Rachmat tak begitu populer. Dua tahun di klub Ibukota Jakarta (2011/2012) ia hanya mengemas 10 gol saja dalam 47 pertandingan.

Begitu juga, saat berkostum Persib pada 2010/2011, ia hanya mengemas tiga gol dari 19 penampilan.

Semoga saja saat resmi berkostum merah merah khas Semen Padang, Rachmat Affandi bukanlah rekrutan yang salah dan bisa memberikan bukti jika Rachmat benar benar layak sebagai punggawa Kabau Sirah

Komentar

komentar