Foto: bola.com

STRIKER.ID – Pertandingan terakhir babak penyisihan grup A diakhiri dengan catatan yang kurang apik terutama saat Timnas Laos U-19 melawan Timnas Filipina U-19, Senin (9/7) di stadion Gelora Joko Samudro Gresik.

Meski pertandingan ini tak menentukan, namun kedua tim sejak menit awal sudah bermain dengan tensi tinggi. Pada menit 26, efek tensi tinggi pertandingan mulai terlihat. Dua pemain dari Laos dan Filipina terlibat adu pukul.

Wasit Thoriq Alkatiri pun langsung memberikan kartu merah untuk pemain Laos, Lextova Thongsavath dan pemain Filipina, Shanden Tubigon Vergara. Dua pemain ini pun langsung mandi lebih awal.

Saat Timnas Laos sudah mulai tidak emosional, hal sebaliknya justru terjadi pada Filipina. Satu pemain mereka justru terlihat brutal dalam bermain, bahkan ironisnya dia adalah pemain pengganti bernama Geri Martini Veliganio Rey. Ia bermain pada awal babak kedua menggantikan Leo Gabriel Martin.

Babak kedua baru berjalan tiga menit, Geri Martini sudah terlihat menyikut lawan dengan sengaja, wasit pun memberikan kartu kuning. Ironisnya hal ini tak membuatnya jera. Pada menit 58, ia melakukan pelanggaran keras kepada pemain Laos yang membuatnya mendapatkan kartu kuning kedua. Alhasil Filipina harus bermain dengan sembilan pemain hingga pertandingan berakhir.

Pelatih Filipina U-21, Hirata Reiji mengaku heran dengan sikap emosional pemainnya. Ia pun tak bisa memberikan penjelasab lengkap mengenai kenapa pemainnya bermain keras.

- Advertisement -

“Ini tanggung jawab saya sebagai pelatih. Tapi hari ini mereka seperti pemain yang berbeda saya tidak tahu alasannya, saya juga bingung,” ungkapnya saat sesi jumpa pers setelah pertandingan.

Sementara itu, pelatih Laos U-21, Chusak Sriphum mengakui jika pemainnya juga sempat emosional. Namun setelah mampu mencetak dua gol tambahan pada babak pertama, timnya mampu mengontrol emosi.

Komentar

komentar