Photo: goal.com

STRIKER.ID-Bisa masuk menjadi skuat timnas tentu merupakan hal yang sangat diinginkan oleh setiap anak Indonesia. Apalagi bisa masuk dalam line up utama dan diturunkan dalam laga Internasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi yang mendapatkannya.

Begitulah yang mungkin dirasakan oleh pesepakbola muda, David Maulana. Namun sosok pesepakbola muda asal Deli Serdang, Sumatra Utara bisa menembus skuat timnas U-16 bukanlah hal mudah.

Awal karir Kapten Timnas U-16 itu, berawal dari menimba ilmu di Sekolah Sepak Bola (SSB) di PTP Wilayah I, sang ayah Ngadiran telah melihat potensi sang anak sejak usia dini. Ia pun membawa potensi sang anak ke Lapangan Pasar 9 Tembung sejak umur 8 Tahun.

Meski sudah dimasukkan dalam sekolah sepakbola, perjuangan sang orang tua belum selsai, karena sang orang tua harus membiayai 6 bersaudara kakak dan abang David.

Ngadiran mengaku dirinya berjibaku untuk dapat memuhi kebutuhan keluarga, juga untuk membiayai SSB anaknya David. Ia harus bekerja sebagai penjual tempe.

“Sejak dulu pengusaha tempe saya jadi setelah anak-anak udah pada besar sudah tamat tinggal David sama adeknya saya udah enggak jualan lagi, capek kali,” kata Ngadiran dilansir dari Tribun-Medan.com.

Selain berjualan tempe, untuk bisa melihat David Maulana seperti sekarang, sang ayah pernah juga sampai berjualan kompor gas.

“Sejak 7 tahun memang dari awal kami ikuti, saya support terus ya, sebelumnya saya tidak begitu berharap memang, karena untuk menjadi pemain bola banyak perjuangan kita korbankan. Saya sempat jualan kompor gas untuk bantu dia,” cerita Ayah David.

Sebagai orang tua, melihat anaknya bisa menembus skuat timnas merupakan kebanggaan tersendiri, karena apa yang ia perjuangkan selama bertahun tahun akhirnya lunas terbayar.

“Yang jelas saya bangga punya anak seperti David yang perjuangannya yang luar biasa. Pengalaman seperti itu memang lika liku nya banyak cobaan dan tantangan. Karena saya yang membesarkan dia dalam bentuk fisik, spiritual, dan moral,” jelasnya.

Namun, Ngadiran berharap anaknya tersebut tak cepat puas diri dan terus bekerja keras untuk memberikan yang terbaik untuk Indonesia di AFC Cup.

“Harapannya dia bisa mempertahankan ritme menjaga fisik dan staminanya sehingga bisa masuk 4 besar, karena di Piala AFC ini kalau tidak masuk 4 besar tidak masuk Piala Dunia. Maka perlu kerja keras,” tutup Ngadiran.

 

Komentar

komentar