Liputan6

STRIKER.ID – Suasana ruang ganti Timnas Indonesia pasca gagal dibabak 16 besar cabang sepak bola Asian Games 2018 bertabur suasana haru. Hal tersebut menyusul pernyataan coach Luis Milla yang merasa sangat sedih gagal malam kemarin.

Baca Juga

Pelatih asal Spanyol itupun sempat menitihkan air mata saat berbicara hasil minor dibabak 16 besar yang ditengarai karena kepemimpinan wasit. Bahkan, kesediahnya melebihi kala tidak juara saat main di la liga, dan juga tidak juara waktu main 2 kali di final liga champions.

Kesedihan Milla diruang ganti itu seperti yang diunggah oleh assiten pelatih Timnas, Bima Sakti dalam akun instagram pribadinya.

“Tetap semangat coach luis, ada hal yg mengharukan diruang ganti pemain tadi malam beliau berkata, saya sedih sekali. umur saya sudah 52 tahun banyak kenangan dalam sepak bola, sedih gak juara waktu main di la liga, sedih gak juara waktu main 2 kali di final liga champions, tapi beliau mengungkapkan sedihnya tidak seperti malam ini…lalu beliau menangis,” tulis Bima Sakti.

“Terimakasih coach luis mila atas dedikasi, perjuangan dan kecintaanmu buat INDONESIA,” pungkasnya.

Tetap semangat coach luis, ada hal yg mengharukan diruang ganti pemain tadi malam…beliau berkata : Saya sedih sekali…umur saya sudah 52 tahun banyak kenangan dalam sepak bola, sedih gak juara waktu main di la liga, sedih gak juara waktu main 2 kali di final liga champions, tapi beliau mengungkapkan sedihnya tidak seperti malam ini…lalu beliau menangis…terimakasih coach luis mila atas dedikasi, perjuangan dan kecintaanmu buat INDONESIA

A post shared by Bima Sakti (@bimasakti230176) on

Dalam unggahan lainnya dalam video di instagram yang diposting Bima Sakti, Milla tampak memberikan motivasi terhadap para punggawa Timnas.

Terimakasih coach luis…kami akan selalu merindukanmu

A post shared by Bima Sakti (@bimasakti230176) on

Nasib pelatih asal Spanyol, Luis Milla Aspas tengah berada di ujung tanduk. Hal itu setelah dia gagal mencapai target yang dicanangkan PSSI untuk membawa Timnas Indonesia ke semifinal.

Akan tetapi banyak kalangan masyarakat yang menginginkan pelatih 52 tahun untuk tetap bertahan di Timnas, telebih jelang menghadapi Piala AFF 2018 November mendatang.

Sementara pasca gagal di Timnas Indonesia dibabak 16 besar ini, Milla memutuskan akan kembali ke Spanyol untuk sementara waktu guna menenangkan diri.

Itu karena mantan pemain Barcelona itu masih kesal dengan kepemimpinan wasit asal Australia, Shaun Evans, dalam laga melawan timnas U-23 UEA.

“Saya akan berpisah dengan pemain saya dan kembali dulu ke Spanyol. Saya marah karena anak-anak tidak layak diperlakukan seperti tadi,” terang Milla.

“Buat pelatih tidak ada yang membahagiakan selain apresiasi terhadap kinerja pemain,” pungkasnya.

 

Komentar

komentar