photo: viva.co.id

STRIKER.ID- Setelah masyarakat bola mendesak PSSI untuk bisa mempertahankan pelatih Luis Milla, akhirnya pihak federasi sepakbola tertinggi di Indonesia PSSI menuruti suara terbanyak warga Indonesia. Pelatih asal Spanyol itu resmi melatih setahun lagi untuk menyiapkan timnas guna bertarung di ajang piala AFF yang bakal berlangsung pada November mendatang.

Setelah inipun Luis Milla Cs tak bisa berleha leha demi hasil terbaik di gelaran tersebut.Dari skuat timnas U-23 yang telah berjuang di ajang Asian Games 2018 beberapa hari lalu, tampaknya Luis Milla masih membutuhkan beberapa penggawa untuk mengisi skuat timnas senior.

Setidaknya 5 pemain yang cukup senior ini bisa dipanggil untuk mengisi skuat timnas untuk persiapan piala AFF mendatang.

1.Andik Vermansyah

photo: official kedah FA

Eks pemain Selangor FA ini setidaknya cukup laak untuk dipanggi lagi membela timnas, semenjak meninggalkan Selangor FA dan bergabung dengan Kedah FA, pemain 26 tahun ini termasuk salah satu pemain yang cukup produktif bagi Kedah FA.

Sepanjang ia membela Kedah FA di kompetisi Malaysia Super League, pemain asli Jember ini sudah menyumbangkan dua gol. Ia juga tak pernah menjadi pemain cadangan selama membela tim yang bermarkas di Stadion Darul Aman ini.

Sejauh ini Andik yang memiliki ciri khas bermain cepat di sisi sayap itu sudah bermain selama 944 menit dengan total 13 kali penampilan seperti catatan dari soccerway.

2.Ryuji Utomo

foto: tribunnews.com

Eks pemain Arema ini juga tak kalah dengan Andik, performanya kian hari kian apik bersama tim PTT Rayong yang bermain di liga 2 Thailand. Kredit khusus patut diberikan kepada Ryuji. Di PTT Rayong, ia kerap kali bermain di berbagai posisi seperti bek sayap maupun gelandang tengah dimana ini jelas dapat menjadi opsi tambahan bagi Milla.

Ryuji juga mampu menjadi penentu kemenangan timnya kala diturunkan di partai partai krusial. Klub yang dibela Ryuji, PTT Rayong pun kini bercokol di puncak klasemen Liga 2 Thailand.

3.Bayu Gatra

foto: bola.com

Dua musim sudah pemain mungil Bayu Gatra membela Madura United, bersama laskar sape kerrab itu total ia sudah mengumpulkan 7 gol (2017-2018), selama liga 1 musim 2018 ini bapak satu anak ini sudah bermain sebanyak 19 kali dan bermain selama 1425 menit.

Meski gol yang ia cetak tidak begitu banyak, namun pemain 26 tahun ini merupakan pemain yang tak boleh diremehkan, spesialis bermain di posisi tengah hingga ke sisi sayap, permainannya bisa merepotkan lini belakang lawan. Beberapa kali assistnya memberi kemudahan bagi setiap striker Madura United.

Bayu terakhir kali memperkuat Indonesia pada Piala AFF 2016. Namun, pada ajang itu, Bayu belum mendapatkan kesempatan untuk tampil secara maksimal. Dan jika melihat kondisinya sekarang mungkin skillnya bisa membuat pelatih Luis Milla kepincut.

4.Esteban Vizcarra

photo: bolasport.com

Eks pemain Arema FC ini sejatinya juga cocok dimasukkan dalam daftar nama skuat timnas senior. Pengalamannya di berbagai klub besar tanah air setidaknya bisa diberikan untuk timnas. Este merupakan pemain yang bisa mengatur ritme permainan, pemain yang tahu kapan harus melepaskan tembakan, kapan saatnya menahan bola.

Esteban punya pengalaman sebagai playmaker di lini tengah. Baik kala membela Semen Padang, Arema FC, maupun Sriwijaya FC. Statistiknya sejauh ini juga mendukung dia bila dipasang sebagai playmaker.

Selain pemain stylish, Esteban juga memiliki gaya menyerang yang cepat. Dia bisa memecah konsentrasi lawan. Bersama klubnya, Sriwijaya FC, sejauh ini Eteban sukses melakukan giringan bola dengan tingkat 43 persen.

Esteban juga menjadi pemain yang sering dilanggar lawan di Liga 1 2018, yakni sebanyak 34 kali. Kesempatan tersebut bisa dimanfaatkan beberapa algojo untuk mencetak gol dari tendangan bebas.

  1. Bayu Pradana
photo: fourfourtwo.com

Sepanjang 2016 hingga 2018, Kapten Mitra Kukar ini sudah berkostum timnas sebanyak 16 kali. Sejatinya pemain ini sudah ikut bersama skuat timnas bersama Luis Milla, namun Luis Milla nampaknya punya penilaian lain.

Performa Bayu sendiri juga tak begitu jelek, Ia memiliki kemampuan intersep lawan yang sangat mumpuni. Ia punya kemampuan untuk menghentikan serangan lawan dengan meminimalisasi benturan dengan lawan.

Ia pandai membaca arah serangan lawan, men-delay serangan lawan serta gerakannya yang bisa membuat lawan batal melancarkan serangan balik. Melihat peran dan cara bermainnya Bayu lebih tepat disebut sebagai penghambat serangan lawan. Sepertinya untuk persiapan menuju Piala AFF mendatang, sosoknya bisa kembali diperhitungkan.

 

Komentar

komentar