Posisi Hamas dalam Perundingan Gencatan Senjata

Striker.id – Hamas telah menyatakan kepada para mediator bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam perundingan tidak langsung selama agresi Israel terus berlanjut. Namun, Hamas siap untuk mencapai kesepakatan yang lengkap, termasuk pertukaran sandera dan tawanan, jika Israel menghentikan perangnya di Gaza. Pembicaraan yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat untuk mengatur gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang menguasai Gaza, telah beberapa kali terhenti. Kedua belah pihak saling menyalahkan atas kurangnya kemajuan dalam negosiasi tersebut.

” Baca Juga: Jaring Hitam Gunung Fuji Tak Mengurangi Antusiasme Wisatawan “

Agresi Berlanjut di Tengah Upaya Mediasi

Menurut Al Jazeera, pernyataan Hamas pada hari Kamis, 30 Mei 2024, muncul di tengah serangan Israel yang terus berlanjut di Rafah, Gaza selatan. Ini terjadi meskipun ada perintah dari Mahkamah Internasional (ICJ), pengadilan tertinggi PBB, untuk menghentikan serangan tersebut. Hamas mengklaim telah menunjukkan fleksibilitas selama negosiasi dan bahwa mereka selalu memasuki setiap putaran pembicaraan dengan semangat positif. Ini termasuk putaran terakhir di mana mereka menyetujui kesepakatan yang diusulkan oleh para mediator pada 6 Mei. Tidak lama setelah pasukan Israel memulai serangan darat di Rafah yang banyak mendapat kritik.

Sikap Tegas Hamas dalam Negosiasi

Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan bahwa mereka dan faksi-faksi Palestina lainnya tidak akan berpartisipasi dalam negosiasi gencatan senjata. Sementara agresi, pengepungan, kelaparan, dan genosida terhadap rakyat Palestina masih berlangsung. “Hamas dan faksi-faksi Palestina tidak akan menerima untuk menjadi bagian dari kebijakan ini dengan melanjutkan negosiasi gencatan senjata mengingat agresi, pengepungan, kelaparan, dan genosida terhadap rakyat kami,” demikian pernyataan Hamas. Mereka menyampaikan kepada para mediator bahwa jika Israel menghentikan perang dan agresinya terhadap Gaza. Mereka siap untuk mencapai kesepakatan lengkap yang mencakup kesepakatan pertukaran yang komprehensif.

Baca Juga :  UMR Sumatera Utara 2023, Para Pekerja Harus Tahu

Tantangan dalam Negosiasi Sebelumnya

Beberapa poin penting dalam negosiasi sebelumnya adalah tuntutan Hamas untuk mendapatkan gencatan senjata permanen. Penarikan pasukan Israel dari Gaza, dan kembalinya keluarga-keluarga yang mengungsi ke rumah mereka tanpa hambatan. Israel telah menolak tuntutan ini sebagai tidak dapat diterima dan menyatakan tekadnya untuk menggulingkan mereka di Gaza. Israel mengklaim bahwa serangannya di Rafah difokuskan untuk menyelamatkan para sandera dan membasmi mereka di kota tersebut.

” Baca Juga: Mengatasi Hotspot iPhone yang Tidak Tersambung “

Kesimpulan

Hamas tetap berpegang pada posisi mereka untuk tidak bernegosiasi selama agresi Israel berlanjut. Mereka menuntut penghentian perang dan siap mencapai kesepakatan pertukaran sandera dan tawanan sebagai bagian dari kesepakatan lengkap jika kondisi tersebut terpenuhi. Upaya mediasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat masih menghadapi banyak tantangan dengan kedua belah pihak yang tetap keras dalam sikap mereka masing-masing.