Joko Driyono saat pidato di kongres PSSI Jatim

STRIKER.ID-FIFA secara resmi telah mendenda PSSI sebesar CHF 30.000 atau sekira Rp 427 juta. Denda itu dijatuhkan terhadap PSSI karena dianggap gagal menjatuhkan hukuman poin kepada enam klub peserta kompetisi. Dan sanksi itu telah merujuk terhadap Kode Disiplin FIFA.

Dan enam klub yang disebutkan oleh FIFA itu, berasal dari 2 level kompetisi, yakni Liga 1 dan Liga 2. Enam klub tersebut rata rata bermasalah terhadap pembayarann gaji pemain.

“Enam klub tersebut berasal dari Liga 1 dan Liga 2. Khusus Liga 1 itu Madura United dan Persegres Gresik United. Sementara untuk Liga 2, ada Persepam Madura United, Persik Kediri, dan Persiwa Wamena,” ujar wakil ketua umum PSSI yang kini jadi Plt PSSI, Joko Driyono dilansir dari¬†kumparan.com.

Terkait klub yang disampaikan Joko hanya lima, akan tetapi, dikatakan Joko, khusus Persiwa terjadi dua kasus, maka FIFA menghitung menjadi enam klub. Adapun untuk hukuman sendiri adalah pengurangan berupa tiga poin untuk masing-masing klub dan khusus Persiwa, hukumannya dikurangi enam poin.

“Untuk dua klub di Liga 1 sangat mudah dieksekusi yakni Madura United dan Pesegres, dan itu sudah dieksekusi pengurangan poinnya di klasemen,” tegas Joko.

Lebih lanjut pria asal Ngawi itu mengatakan, jika yang menjadi permasalah adalah Persepam, Persik, dan Persiwa. Tiga tim itulah, dikatakan Joko, yang membuat PSSI kena denda dari FIFA. Menurut Jokdri, PSSI tidak bisa melakukan pengurangan poin karena sistem kompetisi yang berbeda dengan Liga 1.

Pasalnya dengan sistem kompetisi Liga 2 yang berjenjang karena ada babak 16 besar, kemudian 8 besar, semifinal dan final. Jadi, implementasinya sulit, karena PSSI ingin menjaga stabilitas kompetisi tersebut.

PSSI sebenarnya ingin mengimplementasikan  pada awal Maret lalu. Namun, kompetisi di Liga 2 dan Liga 3, bahkan belum dimulai musim ini, sehingga saat deadline yang pada awal Maret pengurangan poin tak dilakukan dan Komisi Disiplin FIFA pun menjatuhkan denda.

“Kompetisi belum mulai, jadi implementasinya belum dilihat oleh FIFA dan belum bisa dieksekusi. Apalagi seperti Persik Kediri, saat ini berkompetisi di Liga 3 yang kita nggak bisa promise saat putusan itu keluar.” kata Joko.

Dan oleh karenanya, lanjut Joko lagi, PSSI menerima bahwa FIFA menganggap PSSI belum menjalankan pengurangan poin itu.

PSSI juga akan bersurat kepada FIFA untuk meminta penjelasan tentang persoalan ini, karena sebelumnya PSSI menyampaikan permohonan agar implementasi ini dilakukan pada awal musim kompetisi 2018 ini.

Komentar

komentar