photo: IG arema fc

STRIKER.ID- Masalah Match Fixing dalam dunia sepakbola Indonesia akhir akhir ini mulai marak dibicarakan, banyak publik yang tidak banyak mengetahui jika olahraga populer di dunia itu bisa dikendalikan oleh para bandar judi.

Pesepakbola profesional yang kini berkostum Arema FC, hamka Hamzah menyatakan  jika dirinya pernah bersinggungan dengan pelaku match fixing kala masih berkostum Borneo FC pada 2015 silam. Kala itu, pemain asal Makassar yang sangat fasih bahasa jawa itu pernah menangkap seorang oknum pelaku match fixing.

“Pada 2015 lalu, saya dan beberapa pemain Borneo lainnya, sudah nyata-nyata menangkap oknum yang ingin menyuap pemain kami, namun susah untuk melanjutkan pengusutan kasus tersebut. Hal ini karena ada alasan bahwa bukti nggak ada,” kata Hamka Hamzah dilansir dai bola.net.

Lebih lanjut Hamka mengatakan jika alasan barang bukti tidak ada menjadi hal yang sulit untuk bergerak lebih jauh, guna mengusut masalah match fixing itu. Padahal, pemain yang ditawari sudah mengaku.

“Ini membuktikan bahwa susah bagi kita untuk menangkap pelaku match fixing. Memang pelaku yang kami tangkap sempat ditahan selama dua hari, setelahnya ia keluar dan nggak ada kabar lagi,”bebernya.

Hamka berharap agar semua pihak tak hanya berani gembar-gembor mengenai match fixing di berbagai media. Mantan pemain Timnas ini berharap langkah nyata untuk memberantas praktik yang mencederai profesionalitas dan sportifitas dalam dunia sepakbola ini.

“Jangan gembar-gembor di media tentang match fixing tapi tak tak ada gerak nyata,” tegasnya.

Pemain asal Makassar inipun memberi masukan jika ingin memberantas masalah match fixing, semua pihak harus dilibatkan, karena jika PSSI saja yang bergerak, Hamka menyebut hal itu tak akan bisa selesai.

“Kalau ingin memberantas match fixing, semua harus dilibatkan, termasuk aparat. Nggak bisa memberantas match fixing hanya mengandalkan federasi. Match fixing ini adalah hal yang sangat besar. Semua harus kerja sama,” tandas Hamka.

Komentar

komentar