photo: CEO Arema FC, Iwan Budianto /striker.id

STRIKER.ID-Pasukan Singo Edan Arema FC akhirny dengan riang gembira menutup akhir musim dengan kemenangan sekaligus mengubur mimpi lawannya Sriwijaya FC untuk tetap berada di Liga 1 musim depan.

Tim pujaan Aremania ini menutup musim 2018 dengan finis di posisi enam. Dan mengemas 50 poin pada klasemen akhir Liga Indonesia 1 2018.

CEO Arema FC, Iwan Budianto dengan bangga mengungkapkan jika tim yang ia kelola ini bisa lebih baik dari musim lalu.

“Tahun ini kita tutup pertandingan ke-34 dengan happy ending. Kita ada di peringkat enam besar sekarang,” kata CEO Arema FC, Iwan Budianto.

Iwan mengaku, manajemen hanya menargetkan tim Singo Edan bisa  keluar dari zona degradasi pada putaran kedua. Namun tim kebanggaan aremania dan aremanita ini ternyata justru mampu naik ke papan atas.

“Alhamdulillah pemain bisa memberikan lebih dari apa yang kita ekspektasikan,” sambungnya.

Selain hasil yang menggembirakan baginya dan seluruh pemain, Iwan menyatakan bahwa musim ini adalah pertama kalinya manajemen Arema mampu memberikan hak-hak pemain tanpa telat satu hari pun sejak musim 2012 silam. Jadwal pembayaran gaji pemain tidak pernah lebih dari tanggal 25-30 setiap bulannya.

“Ini mungkin baru tahun pertama. Di masa tahun 2012 – 2013 ketika banyak pemain bintang di sini terus kemudian banyak premi finansial yang kita dapat dari pihak ketiga toh kita tetep masih sempat satu bulan terlambat gaji,” beber Iwan.

IB sapaan akrabnya mengatakan hasil ini patut disyukuri dan juga harus terus dievaluasi, karena selama menjalani 34 pertandingan, tim Arema FC banyak mendapat masalah bahkan yang paling fatal adalah Aremnia terkena sanksi tak bisa memberi dukungan kepada tim sampai akhir musim.

“Tidak sedikit musibah yang kita hadapi, mulai dari pengosongan tribun timur setelah pertandingan home lawan Persib yang kita terima dua pertandingan. Kemudian yang terakhir, lima pertandingan tanpa penonton itu cukup mengganggu cash flow manajemen tapi alhamdulillah kita bisa lewati itu,” pungkas Iwan.

 

Komentar

komentar